Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya melalui Unit Jejaring Kerjasama, mencatatkan sejarah baru dengan meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa dari institusi pendidikan ini berhasil memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 15 April lalu. Pencapaian luar biasa ini menandai dedikasi tinggi kampus dalam mengembangkan ekosistem akademik yang mendorong kreativitas dan inovasi mahasiswa.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut, Reza Pratama dari Program Studi Teknik Informatika, Siti Nurhaliza dari Program Studi Teknik Lingkungan, dan Muhammad Ikhsan dari Program Studi Manajemen Informatika, berhasil mengalahkan 127 tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dengan konsep inovatif mereka bertajuk “SmartAqua: Sistem Otomasi Manajemen Kualitas Air Berbasis Internet of Things untuk Tambak Berkelanjutan.”
Proyek riset yang menghabiskan waktu selama delapan bulan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara mahasiswa dengan dosen pembimbing serta dukungan penuh dari Unit Jejaring Kerjasama Universitas Mandala Waluya. Platform SmartAqua dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para petani tambak di Sulawesi Tenggara, terutama di Kendari dan sekitarnya, yang sering mengalami penurunan produktivitas akibat ketidakstabilan kualitas air.
“Kami sangat bangga dengan capaian luar biasa ini,” ungkap Reza Pratama saat dihubungi pada 17 April 2026. Mahasiswa tahun ketiga ini menjelaskan bahwa perjalanan menuju puncak prestasi tidak mudah. “Dari awal konsep hingga presentasi final, kami melakukan riset mendalam ke lapangan, berbicara langsung dengan petani tambak, dan melakukan puluhan kali iterasi untuk memastikan solusi kami benar-benar dapat memberikan dampak nyata,” lanjutnya dengan penuh antusiasme.
Sistem SmartAqua yang dikembangkan mengintegrasikan sensor pintar yang dapat mengukur parameter kualitas air seperti pH, suhu, salinitas, dan tingkat oksigen terlarut secara real-time. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk memberikan rekomendasi otomatis kepada petani tambak. Sistem ini juga dilengkapi dengan aplikasi mobile yang memudahkan petani untuk memantau kondisi tambak mereka dari mana saja dan kapan saja.
Dalam presentasi final di Jakarta, tim Universitas Mandala Waluya berhasil mengesankan juri yang terdiri dari para ahli teknologi, akademisi, dan praktisi industri terkemuka. Kredibilitas penelitian mereka yang didukung oleh data empiris dari lapangan, serta potensi komersial yang jelas, menjadi faktor utama yang membedakan mereka dari kompetitor lainnya.
“Kami juga ingin menyoroti bagaimana solusi kami tidak hanya inovatif dari sisi teknologi, tetapi juga berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan. Kami telah menghitung bahwa penggunaan sistem ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen dan mengurangi angka kematian ikan karena kualitas air buruk,” jelas Siti Nurhaliza, yang menjadi ketua tim dan spesialis pada aspek lingkungan proyek.
Sementara itu, Muhammad Ikhsan menambahkan perspektif bisnis yang matang. “Kami tidak hanya membuat teknologi bagus, tetapi juga memastikan model bisnis yang sustainable. Harga sistem kami dirancang terjangkau untuk petani skala menengah dan kecil, dan kami sudah menerima komitmen dari tiga investor untuk mendukung produksi dan distribusi perangkat ini,” ujarnya dengan percaya diri.
Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi Unit Jejaring Kerjasama Universitas Mandala Waluya dalam memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan kolaborasi akademik-industri. Unit yang dipimpin oleh Direktur Dr. Bambang Suryanto ini telah membangun jaringan kerjasama dengan lebih dari 50 institusi dan perusahaan di tingkat nasional dan internasional.
“Prestasi Reza, Siti, dan Ikhsan adalah bukti nyata dari efektivitas ekosistem inovasi yang kami bangun di Universitas Mandala Waluya,” ungkap Dr. Bambang Suryanto dalam keterangan resmi yang diterima pada 17 April 2026. “Unit Jejaring Kerjasama kami telah memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitasi penelitian, akses ke laboratorium berstandar internasional, hingga mentoring dari para ahli industri. Kami percaya bahwa tugas universitas tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membimbing mahasiswa untuk mengubah pengetahuan tersebut menjadi solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Susilo Wardoyo, juga mengapresiasi pencapaian mahasiswa-mahasiswa ini. “Ini adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Universitas Mandala Waluya. Prestasi tingkat nasional seperti ini menunjukkan bahwa kampus kami memiliki kapabilitas yang setara dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia, bahkan dari segi inovasi. Kami berkomitmen untuk terus mendorong budaya riset dan pengembangan teknologi yang berpihak pada kebutuhan masyarakat lokal,” kata Prof. Susilo dalam pernyataan khusus yang disampaikan kepada media kampus.
Dampak dari prestasi ini tidak hanya terbatas pada pengakuan akademik. Universitas Mandala Waluya telah menerima beberapa penawaran menarik dari institusi pendidikan asing untuk melakukan pertukaran peneliti dan mahasiswa dalam bidang teknologi berkelanjutan. Selain itu, beberapa perusahaan teknologi nasional telah menunjukkan minat untuk merekrut ketiga mahasiswa berprestasi ini setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
Lebih jauh lagi, kesuksesan SmartAqua telah membuka peluang bagi Universitas Mandala Waluya untuk menerima pendanaan riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka mengembangkan inovasi ini menuju tahap komersialisasi yang lebih luas. Hal ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai pengguna dana riset pemerintah yang efektif dan bertanggung jawab.
Dosen pembimbing proyek ini, Dr. Hendra Wijaya dari Departemen Teknik Informatika dan Dr. Eka Putri Safitri dari Departemen Teknik Lingkungan, juga memberikan testimoni mereka tentang perjalanan bimbingan mahasiswa-mahasiswa ini. “Reza, Siti, dan Ikhsan menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya bekerja keras, tetapi juga selalu terbuka terhadap feedback dan siap untuk melakukan revisi demi kesempurnaan. Mereka adalah contoh mahasiswa ideal yang menggabungkan kecerdasan intelektual dengan sikap rendah hati dan tanggung jawab sosial,” kata Dr. Hendra Wijaya.
Antusiasme ini juga tercermin dari dukungan yang diberikan oleh teman-teman sekampus mereka. Banyak mahasiswa lain yang tertarik untuk bergabung dengan program penelitian serupa atau bahkan menciptakan startup mereka sendiri berdasarkan inspirasi dari SmartAqua. Fenomena ini menunjukkan efek positif dari pencapaian satu tim terhadap motivasi komunitas akademik yang lebih luas.
Ke depannya, tim pemenang KITN 2026 ini berencana untuk melanjutkan pengembangan sistem SmartAqua dengan menambahkan fitur-fitur baru, seperti integrasi blockchain untuk transparansi supply chain hasil tambak, serta ekspansi aplikasi teknologi mereka ke sektor perikanan lainnya. Mereka juga menyatakan komitmen untuk berbagi pengetahuan melalui workshop dan pelatihan kepada petani tambak di Kendari dan sekitarnya.
“Kami ingin memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya menjadi trofi di rak kantor, tetapi benar-benar bermanfaat dan dapat diakses oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Kendari, sebagai pusat perikanan di Sulawesi Tenggara, adalah fokus utama kami untuk implementasi awal,” jelas Siti Nurhaliza dengan penuh semangat.
Kesuksesan Universitas Mandala Waluya dalam kompetisi inovasi tingkat nasional ini juga mencerminkan visi institusi untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan melalui riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global. Dengan momentum positif ini, kampus di Kendari semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pembelajaran dan inovasi yang kredibel dan berpengaruh.
Penutup yang indah dari pencapaian ini adalah kesadaran dari ketiga mahasiswa bahwa kesuksesan mereka adalah hasil kolaborasi dari banyak pihak – dosen, keluarga, teman-teman, dan terutama universitas yang memberikan fasilitas dan kepercayaan. Mereka berjanji untuk terus berinovasi dan membawa nama baik Universitas Mandala Waluya ke panggung internasional di masa depan.
[Jumlah kata: 1.847 kata]