Kendari – Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari mencapai milestone penting dalam perjalanan peningkatan mutu akademik. Unit Jejaring Kerjasama kampus ini resmi meraih sertifikasi akreditasi internasional pada 13 April 2026, setelah menjalani proses evaluasi ketat selama 18 bulan oleh lembaga akreditasi independen berbasis di Asia Pasifik.
Pencapaian ini menandai komitmen serius UMW Kendari untuk meningkatkan standar penyelenggaraan pendidikan tinggi dan memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan berkualitas di kawasan timur Indonesia. Dengan diraihnya sertifikasi ini, kampus yang berlokasi di jantung Kota Kendari ini siap membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas dengan universitas-universitas terkemuka di berbagai negara.
Perjalanan Menuju Akreditasi Internasional
Upaya UMW Kendari untuk mencapai akreditasi internasional dimulai sejak tahun 2024 ketika pimpinan universitas mengidentifikasi perlunya standar evaluasi yang lebih komprehensif dan diakui secara global. Keputusan strategis ini lahir dari refleksi mendalam terhadap tantangan pendidikan tinggi di era globalisasi, khususnya dalam hal daya saing lulusan di pasar kerja internasional.
“Kami menyadari bahwa akreditasi nasional saja tidak cukup untuk memenuhi ekspektasi stakeholder kami,” ujar Dr. Bambang Setiawan, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat UMW Kendari pada Jumat pagi, 13 April 2026.
Unit Jejaring Kerjasama, sebagai divisi strategis yang mengelola kemitraan akademik dan industri, dipilih menjadi pilot project dalam implementasi standar akreditasi internasional. Unit ini bertanggung jawab atas koordinasi program pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum bersama dengan institusi mitra, dan fasilitasi riset kolaboratif lintas negara.
Menurut data internal universitas, Unit Jejaring Kerjasama UMW Kendari telah membina hubungan kerja sama dengan lebih dari 35 institusi pendidikan tinggi di 12 negara, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, dan Jepang. Keberadaan jaringan ini menjadi aset berharga dalam proses akreditasi internasional, karena menunjukkan kapasitas nyata kampus dalam melakukan pertukaran pengetahuan dan sumber daya pendidikan.
Standar dan Kriteria Akreditasi yang Dipenuhi
Proses akreditasi internasional yang ditempuh UMW Kendari mengacu pada framework yang ditetapkan oleh Asian University Association (AUA) dan diperkuat dengan standar quality assurance dari International Association for Quality Assurance in Higher Education (INQAAHE). Framework ini mencakup delapan aspek utama: leadership dan governance, academic program quality, research excellence, community engagement, financial sustainability, infrastructure dan resources, internationalization, dan institutional effectiveness.
“Setiap aspek dievaluasi dengan sangat detail. Tim evaluator kami melakukan kunjungan lapangan, wawancara mendalam dengan dosen, mahasiswa, dan alumni, serta analisis dokumentasi yang sangat komprehensif,” jelas Prof. Dr. Siti Nurhaliza, Kepala Unit Jejaring Kerjasama UMW Kendari, dalam sesi wawancara eksklusif pada 12 April 2026.
Salah satu pencapaian signifikan yang menjadi kekuatan UMW Kendari adalah program internasionalisasi kurikulum. Unit Jejaring Kerjasama telah berhasil mengintegrasikan perspektif global dalam 47 mata kuliah yang ditawarkan oleh berbagai program studi. Integrasi ini dilakukan melalui kolaborasi dengan profesor-profesor tamu dari universitas mitra, penggunaan bahan ajar berbahasa Inggris, dan studi kasus yang mengambil konteks internasional.
Di samping itu, UMW Kendari juga menunjukkan komitmen terhadap penelitian dan publikasi internasional. Pada periode 2024-2026, dosen-dosen yang berafiliasi dengan Unit Jejaring Kerjasama telah menghasilkan 156 publikasi di jurnal internasional terindeks, dengan 23 artikel di antaranya menjadi highly cited papers di bidangnya masing-masing.
Peran Strategis dalam Pembangunan Pendidikan Sulawesi Tenggara
Lokasi UMW Kendari di Sulawesi Tenggara memberikan dimensi tambahan bagi pencapaian akreditasi ini. Sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terbesar di wilayah ini, UMW Kendari memiliki tanggung jawab khusus dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.
“Akreditasi internasional ini bukan sekadar prestasi institusional, tetapi komitmen kami untuk membawa standar pendidikan global ke Kendari dan sekitarnya,” terang Dr. Bambang Setiawan dengan nada yang penuh keyakinan.
Unit Jejaring Kerjasama telah merancang inisiatif khusus untuk mengakses hasil akreditasi ini bagi komunitas pendidikan yang lebih luas. Program mentoring untuk dosen-dosen dari universitas lain di Sulawesi Tenggara, workshop peningkatan kompetensi internasional, dan pelatihan penyusunan proposal riset internasional menjadi bagian dari rencana difusi pengetahuan tersebut.
“Kami percaya bahwa keberhasilan Unit Jejaring Kerjasama UMW Kendari dapat menjadi catalyst untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi secara keseluruhan di region Sulawesi,” tambah Prof. Dr. Siti Nurhaliza.
Tantangan dan Strategi Penyelesaian
Perjalanan menuju akreditasi internasional tentu saja tidak tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses terhadap database penelitian internasional dan kesulitan bahasa dalam komunikasi akademik formal. UMW Kendari mengatasi ini dengan menginvestasikan dana signifikan untuk subscription jurnal internasional, mengadakan intensive English course untuk dosen, dan melibatkan native speaker dalam proses review publikasi.
Tantangan lainnya adalah pemahaman stakeholder lokal mengenai pentingnya standar internasional. Beberapa mahasiswa dan orang tua awalnya mempertanyakan relevansi akreditasi global bagi lulusan yang akan bekerja di Indonesia. Untuk mengatasinya, Unit Jejaring Kerjasama melakukan sosialisasi ekstensif dengan menunjukkan data konkret tentang peningkatan daya saing lulusan dan peluang karir internasional yang lebih luas.
“Tantangan terberat adalah mengubah mindset dari local excellence menjadi global excellence tanpa melupakan konteks lokal,” ungkap Dr. Ida Bagus Wirawan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Institusional, dalam diskusi panel terbatas pada 10 April 2026.
Dampak dan Proyeksi Masa Depan
Sertifikasi akreditasi internasional yang baru diraih UMW Kendari sudah menunjukkan dampak nyata dalam hitungan minggu. Jumlah pendaftar mahasiswa baru dari luar Indonesia untuk program akademik yang dikelola Unit Jejaring Kerjasama meningkat 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, dua universitas terkemuka dari Thailand dan Jepang telah mengajukan proposal kerjasama penelitian yang lebih terstruktur.
Dari sisi governance, raih sertifikasi ini memberi legitimasi kuat kepada Unit Jejaring Kerjasama untuk mengajukan peningkatan alokasi anggaran kepada rektorat. Pada tahun akademik 2026-2027, Unit Jejaring Kerjasama diproyeksikan akan menerima peningkatan budget sebesar 35 persen untuk mempercepat digitalisasi sistem administrasi, pengadaan peralatan laboratorium berstandar internasional, dan rekrutmen profesor tamu dari universitas ternama dunia.
Target UMW Kendari adalah memperluas akreditasi internasional ke lima unit akademik lainnya pada tahun 2027. Roadmap yang telah disusun mencakup tahapan persiapan selama enam bulan, implementasi standard selama satu tahun, dan evaluasi akreditasi selama lima bulan.
“Kami menargetkan pada akhir tahun 2027, minimal 40 persen unit akademik UMW Kendari telah meraih akreditasi internasional. Ini adalah ambisi yang realistis mengingat pembelajaran dan pengalaman yang telah kami peroleh melalui Unit Jejaring Kerjasama,” papar Dr. Bambang Setiawan dengan penuh optimisme.
Testimonial dari Pemangku Kepentingan
Apresiasi atas pencapaian ini datang dari berbagai pihak. Budi Santoso, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam pernyataan tertulis menyampaikan: “Raihnya sertifikasi akreditasi internasional oleh UMW Kendari menunjukkan bahwa institusi pendidikan di daerah dapat bersaing dengan standar global. Ini menginspirasi kami untuk mendukung universitas-universitas lain dalam perjalanan serupa.”
Sementara itu, dari sektor industri, Kartono Wijaya, Direktur PT Mitra Energi Sulawesi, yang merupakan mitra industri utama UMW Kendari, mengatakan: “Sebagai perusahaan yang merekrut lulusan UMW Kendari, kami sangat senang melihat komitmen kampus terhadap peningkatan mutu. Akreditasi internasional ini menjamin bahwa para lulusan kami memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar global.”
Mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Energi Terbarukan, Riskita Amelia Putri, mengungkapkan kebanggaannya: “Mengetahui bahwa unit kami memiliki standar akreditasi internasional memberikan saya keyakinan lebih untuk melamar pekerjaan di perusahaan multinasional. Saya juga lebih percaya diri berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan menguasai pengetahuan terkini dalam bidang saya.”
Penutup
Raihnya sertifikasi akreditasi internasional oleh Unit Jejaring Kerjasama Universitas Mandala Waluya Kendari pada 13 April 2026 merupakan bukti nyata bahwa institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia memiliki kapasitas untuk mencapai standar excellence global. Pencapaian ini tidak hanya memberikan legitimasi bagi UMW Kendari tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi secara lebih luas di Sulawesi Tenggara.
Dengan visi yang jelas, strategi yang terukur, dan komitmen dari seluruh civitas akademika, UMW Kendari menunjukkan bahwa lokasi geografis bukan lagi hambatan untuk mencapai keunggulan internasional. Perjalanan menuju peningkatan mutu ini akan terus berlanjut dengan target ambisius namun realistis untuk tahun-tahun mendatang.
Dukungan dari pemerintah daerah, industri, dan masyarakat luas akan menjadi kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ini. UMW Kendari telah membuktikan bahwa dengan dedikasi dan inovasi, institusi pendidikan di daerah dapat menjadi pemain utama dalam lanskap pendidikan tinggi internasional.