KENDARI – Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Jejaring Kerjasama, menyelenggarakan rangkaian acara akademik bertaraf nasional pada Senin, 7 April 2026. Tiga kegiatan besar yakni seminar, webinar, dan kuliah umum digelar secara simultan dengan menghadirkan pembicara kaliber nasional dan internasional. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat jaringan kerja sama akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa.
Rangkaian acara yang berlangsung di berbagai lokasi di kampus pusat Kendari ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan yang terus berkembang. Dengan tema utama “Kolaborasi Global untuk Kemajuan Lokal: Strategi Jejaring Kerjasama di Era Digital,” keseluruhan acara dirancang untuk memberikan wawasan mendalam kepada civitas akademika tentang pentingnya sinergitas antar institusi dalam konteks globalisasi pendidikan.
Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Unit Jejaring Kerjasama Universitas Mandala Waluya, yang didirikan tahun 2019, memiliki misi strategis untuk memfasilitasi kemitraan akademik baik di tingkat regional maupun global. Dalam tiga tahun terakhir, unit ini telah berhasil menjalin lebih dari 45 perjanjian kerjasama dengan universitas terkemuka di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Eropa.
Menurut catatan resmi kampus, inisiatif penyelenggaraan tiga acara akademik sekaligus merupakan respons atas meningkatnya minat mahasiswa terhadap topik-topik kontemporer seperti transformasi digital, kolaborasi internasional, dan inovasi pendidikan. Permintaan dari berbagai fakultas untuk menghadirkan pembicara eksternal juga menjadi pertimbangan dalam perencanaan acara ini.
“Kami melihat potensi besar di kampus kami yang masih terus berkembang,” ungkap Dr. Ir. Bambang Sutrisno, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Mandala Waluya dalam wawancara pendahuluan. “Event berskala besar seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang networking yang sangat berharga bagi mahasiswa kami.”
Acara Pertama: Seminar Nasional “Strategi Kerjasama Universitas dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Global”
Seminar pertama dimulai pukul 08.00 WITA di Auditorium Utama Kampus Kendari dengan menghadirkan tiga pembicara utama dari universitas ternama Indonesia. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa pascasarjana, dan perwakilan dari institusi pendidikan lain di Sulawesi Tenggara.
Pembicara pertama adalah Prof. Dr. H. Agus Salim, M.Ed., yang merupakan Direktur Pusat Pengembangan Kerjasama Internasional dari Universitas Indonesia. Dalam presentasinya yang berjudul “Strategi Membangun Partnership Akademik yang Berkelanjutan,” Prof. Agus menjelaskan tentang pentingnya memiliki roadmap yang jelas dalam mengembangkan kerjasama institusional.
“Banyak universitas yang memiliki MOU dengan universitas lain, namun hanya sebatas dokumen,” ungkap Prof. Agus Salim dengan tegas. “Yang dibutuhkan adalah komitmen nyata untuk mewujudkan aktivitas bersama, pertukaran dosen, program mahasiswa bersama, dan riset kolaboratif. Universitas Mandala Waluya perlu fokus pada kualitas daripada kuantitas kerjasama.”
Pembicara kedua adalah Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., seorang ahli kebijakan pendidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam sesi “Dukungan Kebijakan Pemerintah terhadap Jejaring Kerjasama Pendidikan Tinggi,” Dr. Siti memaparkan berbagai insentif dan program pendanaan yang tersedia untuk universitas yang ingin mengembangkan kerjasama internasional.
“Pemerintah melalui berbagai kementerian telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung kolaborasi akademik,” jelas Dr. Siti Nurhaliza. “Dari program Beasiswa Unggulan hingga Pendanaan Riset Bersama, peluangnya sangat terbuka. Universitas di daerah seperti Kendari sebenarnya memiliki posisi strategis untuk menarik perhatian institusi di negara-negara tetangga.”
Pembicara ketiga adalah Dr. H. Syaiful Anwar, Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, universitas negeri terbesar di Sulawesi Tenggara. Dr. Syaiful menyampaikan perspektif lokal tentang “Kolaborasi Antar PTN-PTS di Daerah: Pembelajaran dari Sulawesi Tenggara.” Dalam presentasinya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang sehat.
“Universitas Mandala Waluya adalah aset berharga bagi Kendari,” kata Dr. Syaiful dengan apresiasi. “Kami di UHO sangat terbuka untuk kolaborasi yang saling menguntungkan. Dengan bersama-sama, kita bisa membuat Kendari dan Sulawesi Tenggara dikenal di tingkat nasional dan global.”
Acara Kedua: Webinar Interaktif “Transformasi Digital dalam Manajemen Kerjasama Akademik”
Sementara seminar berlangsung di auditorium utama, webinar interaktif diselenggarakan secara bersamaan di Ruang Konferensi Digital Lantai 3 Gedung Rektorat. Acara yang dimulai pukul 09.30 WITA ini menampilkan tiga pembicara dari institusi internasional yang terhubung melalui platform virtual.
Pembicara pertama adalah Prof. Dr. James Mitchell dari University of Melbourne, Australia, yang berbicara tentang “Digital Platforms for Academic Collaboration: Best Practices.” Prof. Mitchell menjelaskan bagaimana teknologi cloud dan artificial intelligence telah mengubah cara universitas menjalin dan mengelola kerjasama.
“Teknologi membuat kolaborasi antar universitas menjadi lebih mudah dan efisien,” ujar Prof. Mitchell dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan secara real-time. “Namun, teknologi hanyalah alat. Yang terpenting adalah memiliki visi bersama dan komitmen untuk saling belajar dari perbedaan budaya dan sistem pendidikan.”
Pembicara kedua adalah Dr. Maria Santos dari Universidade de São Paulo, Brasil, yang memaparkan tentang “Managing Virtual Partnerships: Lessons from Latin America.” Dr. Santos berbagi pengalaman bagaimana universitas di Amerika Latin mengatasi hambatan geografis dan finansial dalam mengembangkan kerjasama internasional.
Pembicara ketiga adalah Dr. Anwar Abdullah, Ph.D., seorang pakar teknologi pendidikan dari Universitas Gadjah Mada. Dr. Anwar memberikan perspektif lokal tentang “Adopsi Teknologi Kolaborasi di Konteks Universitas Indonesia: Tantangan dan Peluang.”
“Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan teknologi untuk pendidikan,” kata Dr. Anwar dengan optimisme. “Namun, kita harus memastikan bahwa transformasi digital ini inklusif dan tidak meninggalkan universitas-universitas di daerah tertinggal. Universitas Mandala Waluya di Kendari justru bisa menjadi pionir dalam adopsi teknologi pendidikan di kawasan timur Indonesia.”
Webinar diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang berasal dari 23 universitas berbeda di Indonesia, dengan tingkat interaksi yang tinggi melalui fitur live chat dan Q&A session.
Acara Ketiga: Kuliah Umum “Wawasan Karir Global untuk Mahasiswa Indonesia di Era Transformasi”
Kuliah umum yang berlangsung pukul 13.00 WITA di Aula Serbaguna Kampus Kendari menghadirkan pembicara inspiratif yang telah meraih kesuksesan di tingkat internasional. Acara ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh lebih dari 400 peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai tahun angkatan, dosen, dan undangan dari luar kampus.
Pembicara utama adalah Dr. Ir. Handoko Saptono, seorang alumnus universitas di Indonesia yang kini menjabat sebagai Vice President Research and Development di sebuah perusahaan multinasional berbasis di Singapura. Dr. Handoko menyampaikan cerita inspiratifnya tentang bagaimana pendidikan dan networking membuka pintu kesempatan global.
“Saya memulai karir dari posisi sederhana sebagai fresh graduate,” cerita Dr. Handoko dengan tulus. “Namun, saya sangat aktif dalam mencari kesempatan pembelajaran, menghadiri seminar, dan membangun jaringan profesional. Hal itu membuat saya terus berkembang dan akhirnya mendapat penawaran pekerjaan di luar negeri.”
Beliau menekankan pentingnya soft skills dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi kompetisi global. “Kemampuan teknis tentu penting, tetapi yang lebih penting adalah kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan terus belajar. Mahasiswa di Universitas Mandala Waluya harus mempersiapkan diri sejak dini dengan mengikuti berbagai pelatihan dan magang.”
Pembicara kedua dalam kuliah umum ini adalah Ratna Wijaya, S.E., M.B.A., seorang entrepreneur muda yang telah mendirikan tiga startup teknologi dan baru-baru ini dinobatkan sebagai “Entrepreneur of the Year” oleh sebuah media bisnis terkemuka. Ratna menceritakan perjalanannya dari mahasiswa biasa hingga menjadi founder yang diperhitungkan di industri teknologi.
“Jejaring adalah aset terbesar dalam karir entrepreneur,” ujar Ratna dengan semangat. “Saya tidak pernah merasa malu untuk bertanya, meminta masukan, dan membangun koneksi dengan berbagai pihak. Inilah yang akhirnya membawa saya bertemu dengan investor, mentor, dan mitra bisnis yang tepat.”
Pembicara ketiga adalah Dr. Eka Prasetya, M.Pd., seorang akademisi yang telah menghabiskan 10 tahun melakukan riset di berbagai universitas internasional. Dr. Eka berbicara tentang “Membangun Karir Akademik Internasional: Strategi dan Peluang Bagi Peneliti Muda Indonesia.”
“Penelitian dan publikasi internasional memerlukan dedikasi dan konsistensi,” papar Dr. Eka. “Namun, dengan adanya platform kolaborasi seperti yang dikembangkan Universitas Mandala Waluya, mahasiswa dan dosen muda di Indonesia, termasuk di Kendari, sekarang memiliki akses yang jauh lebih mudah untuk bergabung dalam proyek penelitian global.”
Dampak dan Apresiasi dari Berbagai Pihak
Penyelenggaraan tiga acara akademik sekaligus ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Unit Jejaring Kerjasama melaporkan bahwa melalui acara ini, mereka berhasil mengidentifikasi lima peluang kerjasama baru dengan universitas internasional dan domestik.
Dr. Ir. Bambang Sutrisno, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, menyatakan apresiasi atas pelaksanaan acara yang sukses. “Event seperti ini adalah investasi untuk masa depan kampus kita. Dari seminar, webinar, dan kuliah umum hari ini, mahasiswa dan dosen kita telah mendapatkan wawasan, inspirasi, dan koneksi yang sangat berharga untuk pengembangan karir dan akademik mereka.”
Menurut Ir. Cahyo Wulandari, Ketua Unit Jejaring Kerjasama Universitas Mandala Waluya, acara ini juga mencerminkan komitmen institusi dalam meningkatkan standar akademik. “Kami ingin Universitas Mandala Waluya tidak hanya dikenal sebagai kampus lokal, tetapi juga sebagai institusi yang terbuka terhadap kolaborasi dan inovasi di tingkat nasional dan global.”
Dari feedback peserta yang dikumpulkan setelah acara, sebanyak 92 persen menyatakan kepuasan tinggi terhadap kualitas pembicara dan konten yang disajikan. Banyak peserta juga mengekspresikan harapan agar acara serupa dapat diselenggarakan secara rutin, minimal setahun sekali.
Mahasiswa Fakultas Teknik, Muhammad Rizki Pratama, mengungkapkan pengalamannya mengikuti ketiga acara tersebut. “Saya sangat terinsipirasi mendengarkan cerita Dr. Handoko dan Ratna Wijaya. Mereka menunjukkan bahwa berasal dari Indonesia tidak menghalangi kita untuk meraih kesuksesan global. Sekarang saya lebih termotivasi untuk fokus pada studi dan mulai membangun jaringan profesional sejak sekarang.”
Sementara itu, Dr. Sefti Septiana, seorang dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, melihat acara ini sebagai peluang bagi kolaborasi penelitian. “Saya mendapatkan kontak dengan Prof. James Mitchell, dan kami sudah sepakat untuk mengeksplorasi kemungkinan joint research project tentang digital governance. Ini adalah buah nyata dari networking dalam acara hari ini.”
Rencana Lanjutan dan Komitmen Universitas
Unit Jejaring Kerjasama mengumumkan bahwa acara yang berlangsung pada 7 April 2026 ini akan menjadi bagian dari program tahunan. Beberapa rencana lanjutan antara lain pengembangan portal online untuk memfasilitasi kolaborasi akademik, pelatihan intensif tentang grant writing untuk dosen muda, dan penyelenggaraan student exchange program dengan universitas mitra.
Ir. Cahyo Wulandari menambahkan bahwa Unit Jejaring Kerjasama juga sedang mengembangkan skema pendanaan khusus untuk mendukung mahasiswa dan dosen yang ingin melakukan riset atau studi lanjut di luar negeri. “Kami percaya bahwa investasi pada sumber daya manusia adalah investasi terbaik untuk kemajuan universitas.”
Universitas Mandala Waluya juga berencana untuk mempublikasikan proceedings dari seminar dalam bentuk e-book dan mendistribusikannya kepada berbagai institusi pendidikan. Langkah ini dim